AdSense Bisnis

6 Hal yang Harus Anda Tahu Sebelum Belajar Google AdSense

0

Semakin hari semakin banyak orang yang ingin mencoba peruntungan lewat bisnis Google AdSense. Tapi masih sangat minim informasi yang bisa diperoleh dari situs-situs berbahasa Indonesia.

Untuk itu, saya ingin menulis beberapa fakta yang perlu untuk Anda ketahui sebelum benar-benar serius menjalani bisnis ini.

1. Butuh Modal (yang Bisa Dibilang) Besar

Siapa yang bilang untuk terjun di bisnis ini hanya butuh modal yang minim? Kalau hanya sekedar bermain untuk menghasilkan ratusan atau ribuan dolar per bulan, mungkin iya bisa dimulai dengan modal yang minim. Cukup sewa hosting dan domain, gunakan template seadanya, dan lakukan semuanya seorang diri.

Tapi ketika Anda menjalankan ini sebagai bisnis, Anda harus bekerja dalam sebuah tim, membiayai supaya tim Anda bisa tetap berjalan sesuai rencana, dan melakukan percepatan terkait revenue dan reputasi website.

Dan modal itu tidak hanya masalah uang, tapi juga hal-hal lain yang akan saya bahas di poin-poin selanjutnya.

2. Wajib Menguasai SEO

SEO adalah peralatan tempur yang menjadi senjata andalan. (source: Pixabay)

Ketika Anda mendalami SEO, Anda tidak hanya berbicara tentang backlink, jumlah kata, dan jumlah posting, tapi Anda juga harus belajar apa saja yang melanggar aturan main.

Ada banyak orang yang hanya karena ikut-ikutan pak guru menggunakan theme tertentu, pak guru sekaligus belasan atau bahkan uluhan muridnya terkena deindex secara massal. Theme yang ternyata di dalamnya tertanam script yang berbahaya bagi keberlangsungan sebuah website.

Karena, dengan SEO yang utuh (dan tentu saja benar dalam kaidah-kaidahnya), website Anda akan bertahan seterusnya.

Sejak pertama kali menerapkan SEO di situs-situs AdSense yang saya kelola, Alhamdulillah belum pernah sekalipun terkena deindex.

Ada 2 hal utama yang menjadikan website terkena deindex, meski Anda merasa sudah menulis konten original, meski Anda sudah berusaha tidak membuat backlink secara brutal dan kasar (spam), adalah hal-hal berikut ini.

  1. Menggunakan theme secara asal. Yang penting ikut kata orang. Karena (memang pernah) ada orang yang menghasilakn ribuan dolar disebabkan theme tersebut. Ini pemikiran yang tidak benar.
  2. Menggunakan plugin yang bertujuan mengakali algoritma Google, melakukan generate konten ataupun keyword atau yang lainnya secara masif dan otomatis.

Jadi, pemahaman SEO yang utuh harus dikuasai, sehingga benar-benar paham mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak.

3. Mampu Produksi Konten Kreatif

Membangun konten viral merupakan strategi yang wajib dilakukan. (source: Pixabay)

Yang dimaksud konten kreatif adalah konten non-keyword yang bisa menarik puluhan ribu pembaca ke dalam website Anda hanya dalam beberapa hari atau bahkan beberapa jam.

Jumlah konten kreatif yang saya produksi setiap hari berjumlah 20%. Sisanya berbasis keyword. Jadi, jika satu hari saya produksi 10 konten, maka 2 diantaranya adalah konten kreatif.

Ada banyak situs yang bisa Anda jadikan rujukan untuk produksi konten semacam ini baik situs berbahasa Indonesia maupun situs berbahasa Inggris.

Pengujung yang masuk ke website kita untuk membaca konten kreatif umumnya datang dari sosial media. Sehingga desain konten yang dibuatpun sama sekali berbeda dengan konten berbasis keyword.

Konten kreatif harus benar-benar didesain setiap kata dan gambarnya. Bagaimana sebuah judul mempunyai potensi klik yang sangat tinggi (biasa disebut sebagai CTR, Click-Through-Rate). Ia harus mempunyai wow effect, seseorang yang sedang asik scroll di sosial media tiba-tiba merasakan wow ketika membaca judul dan melihat gambar yang ada.

Dengan adanya konten kreatif, maka reputasi website Anda berpotensi jadi lebih bagus karena konten kreatif mampu mendatangkan traffic besar, menurunkan bounce rate, serta meningkatkan time on site. Yang mana hal-hal itu tadi mempunyai nilai yang hampir sama seperti backlink berkualitas.

Tentu saja akan semakin bagus ketika konten kreatif yang Anda buat mengandung keyword di dalamnya. Tanpa perlu repot membuat backlink berkualitas, keyword yang terdapat di dalamnya bisa terangkat dengan mudah di halaman satu Google.

4. Sabar dan Fokus

Ciptakan suasana yang tenang dan sabar menjalani proses. (source: Pixabay)

Sama seperti bisnis pada umumnya, kesabaran dan fokus Anda benar-benar diuji. Saya butuh waktu setidaknya 10 bulan untuk bisa berada pada earning yang bisa dibilang cukup memuaskan.

Masalah yang sering dihadapi para pemula adalah kebingungan, setiap kali ada grup (yang dirasa bagus) di Facebook langsung join, setiap kali ada guru hebat langsung ingin ditiru, akhirnya mendapatkan begitu banyak informasi, mencobanya satu per satu tapi tidak jelas apa yang dituju, sampai akhirnya menyadari bahwa ternyata belum melakukan apa-apa.

Untuk bisa menciptakan rasa sabar yang luar biasa dan fokus yang tiada tara (tidak bergeming melihat SS para guru yang menggiurkan), maka hal-hal ini harus bisa Anda breakdown secara jelas.

  1. Apa yang Anda harapkan dari website Anda setelah beberapa tahun?
  2. Apa target tahunan yang ingin Anda capai bersama website yang Anda bangun?
  3. Pada saat seperti apa website yang Anda bangun bisa dikatakan berhasil?
  4. Dan apa saja yang akan Anda lakukan untuk mencapai hal itu?

Ketika pertanyaan di atas bisa Anda jawab secara rinci, langkah selanjutnya adalah mengkonversi rincian itu menjadi sistem. Sistem (harian, mingguan, bulanan) yang harus Anda taati, Anda ujicoba, Anda praktekkan, dan Anda evaluasi.

Ketika sistem itu sudah valid, maka saat itu pandangan Anda tentang bisnis ini semakin jelas, Anda mulai bisa melakukan kalkulasi bisnis. Hingga akhirnya sistem yang sudah valid itu dijalankan oleh sebuah tim (tidak lagi Anda seorang).

5. Menyimpan Aset Berharga

Saat bisnis AdSense Anda mulai berjalan, maka selama perjalanan itu Anda akan menemukan hal-hal yang di luar dugaan, dan memang begitulah bisnis.

Silahkan tanya pada siapapun pelaku bisnis, yang membuat mereka sukses adalah hal-hal yang kebanyakan tidak pernah diperhitungkan dan datang secara ajaib dan tiba-tiba.

Anda akan menemukan konten yang ternyata bisa terus-menerus menyumbang traffic ke website. Baik itu yang berbasis keyword, dan berbasis konten kreatif (viral).

Saya selalu menyebut konten yang sudah terpublish di website sebagai aset. Dan akan ada 2 jenis aset, yaitu aset yang sudah menghasilkan secara mutlak dan aset yang belum teroptimasi.

Simpan aset yang sudah terbukti menghasilkan banyak dolar. Disimpan di mana? Di mana saja yang menurut Anda nyaman dan aman. Bagaimana caranya? Ya bisa manfaatkan Excel atau aplikasi olah data/dokuamen lainnya. Anda akan sangat membutuhkan data aset ini setiap waktu.

Saya mempunyai aset yang dari 1 konten saja bisa menghasilkan $50 per hari, ada yang $20 per hari, bahkan ada yang di atas $100 per hari. Bagi saya ini adalah aset yang harus dijaga dan didata.

Alat bantu lainnya yang harus digunakan adalah Google Analytics yang terhubung dengan akun AdSense, melalui alat bantu ini kita bisa tahu konten mana saja yang paling banyak menyumbang dolar selama 1 bulan terakhir, mempelajari polanya, mempelajari dari mana datangnya, berapa CPC dan CTR-nya.

Dari data-data itu, kita bisa rumuskan beberapa strategi baru dalam membangun konten emas (calon aset baru).

6. Belajar dari Sesama Pebisnis AdSense

Kita bicara bisnis, maka barometer kita adalah website yang menjadi AdSense sebagai bagian dari bisnis. Bukan situs abal-abal yang bekerja dengan cara cari celah algoritma Google.

Di luar, ada banyak sekali situs yang bisa dijadikan rujukan, sebut saja situs fenomenal seperti BoredPanda yang membayar penulis tetapnya sebesar 1.800 euro atau senilai dengan 25 juta rupiah setiap bulan untuk menciptakan konten super berkualitas, dan situs WikiHow dengan tagline-nya yang juga fenomenal How to Do Anything (baca: Jack Herrick dan Cerita tentang WikiHow).

Di Indonesia bisa melihat situs media seperti Kompas, Merdeka, Tribunnews, atau situs kurasi seperti Dream.co.id dan situs-situs yang berada di bawah kendali KapanLagi Network.

Kalau blogger, bisa melihat MaxManroe, Omkicau, JuraganCipir, Pabelog, dll.

Melihat bagaimana mereka bisa mendapatkan banyak traffic, bagaimana cara mereka menulis konten sehingga menarik banyak pembaca tetap, bagaimana mereka menempatkan posisi iklan, dan strategi lain yang bisa dilihat untuk dipelajari.

* * *

Kira-kira, seperti itulah gambaran yang akan Anda hadapi ketika Anda ingin belajar Google AdSense secara lebih dalam, lebih serius, dan yang penting ingin menghasilkan.

Semoga bermanfaat.

Magang 3 Bulan Untuk Hidup yang Lebih Baik

Insya Allah demikian. Udah kayak kampanye pilpres aja ya, hehe. Monggo yang tertarik bisa langsung baca selengkapnya.

Pelajaran Lainnya
Cara Pasang Iklan di Tengah Posting
Belajar AdSense Untuk Pemula dari A Sampai Z