Search Engine Optimization

Cara Membuat Backlink Berkualitas

0

Biasa dikenal dengan istilah link building. Sebuah pekerjaan yang bertujuan mendapat backlink dari website lain.

Kalau hanya sekedar mendapat backlink, semua orang bisa melakukannya. Sesuatu yang kebanyakan orang bisa lakukan menandakan bahwa sesuatu tersebut tidak spesial. Iya, kan?

Jadi backlink berkualitas itu adalah jenis backlink yang tidak semua orang bisa meniru.

Tapi, seberapa besar pengaruhnya backlink terhadap traffic website Anda? Kalau yang Anda pahami adalah pengunjung atau traffic akan datang melalui link yang mereka jumpai di web orang lain, pemahaman itu perlu dikoreksi.

Backlink mempunyai peran utama menaikkan reputasi website atau keyword Anda di mata Google, sehingga keyword Anda bisa muncul di halaman pertama Google. Dari search engine-lah traffic Anda berdatangan.

Jadi jelas ya, tujuan utama backlink bukan untuk mendatangkan traffic dari website lain.

Masalahnya, sekarang tidak semua jenis backlink mempunyai nilai yang bagus. Malah ada jenis backlink yang bisa mengantarkan kita ke posisi yang semakin buruk.

Sekarang saya tanya, backlink jenis apa yang paling mudah dan semua orang bisa buat? Jawabannya adalah backlink komentar.

Artinya apa?

Kalau Anda masih mendewakan backlink komentar, maka proses menaikkan keyword yang Anda lakukan akan menjadi sulit, lambat, dan bisa dibilang sia-sia.

Backlink komentar memberikan dampak yang sangat kecil terhadap reputasi website. Sebaiknya lupakan jenis backlink yang satu ini kalau Anda memang ingin serius menaikkan keyword.

Mengubah Mindset Backlink

Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah mengubah cara pikir Anda tentang link building. Ingat baik-baik kalimat ini; lupakan backlink komentar.

Saya yakin melupakan backlink komentar adalah proses yang tidak mudah. Sekain lama Anda melakukan aktifitas ini, tiba-tiba harus melupakannya.

Percaya sama saya.

Saatnya Anda mempelajari jenis backlink yang baru. Yang proses mendapatkannya tidak mudah ditiru oleh orang lain.

Jenis backlink ini digunakan oleh banyak agency besar di dunia termasuk di Indonesia.

Secara sederhana, jenis backlink ini dinamakan dengan backlink kontekstual.

Apa itu?

Ia merupakan backlink yang terdapat di dalam sebuah konten yang relevan dengan keyword yang Anda tembak.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan backlink kontekstual.

  1. Menulis untuk website orang lain. Submit konten, guest post, you name it. Konten yang disubmit haruslah berkualitas dan terdiri dari banyak kata. Minimal 800 kata. Alasannya bisa Anda baca di pelajaran konten berkualitas.
  2. Meminta kawan Anda yang mempunyai blog dan aktif untuk memasang backlink di salah satu artikelnya yang sudah tayang dan relevan dengan tema keyword Anda.
  3. Membuat artikel berkualitas yang temanya menarik, sehingga ketika ada pembaca yang mampir ke posting Anda, dia akan dengan senang hati menjadikan posting Anda sebagai referensi (Anda mendapatkan backlink).

Wah, kok ribet ya?

Sebenarnya tidak ribet. Terasa menjadi ribet karena mungkin Anda belum pernah melakukannya, Anda baru membayangkannya. Jadi, jalani dulu baru nanti membuat kesimpulan.

Sekarang mari kita bandingkan.

Berikut ini adalah cara lama yang sudah sering Anda lakukan:

  1. Membuat komentar di web orang lain sambil menyelipkan backlink.
  2. Jumlah kata yang Anda tulis di setiap komentar rata-rata 20 kata. Kalau kata terlalu sedikit kemungkinan tidak diapprove.
  3. Anda harus berpikir komentar yang bagus supaya komentar diapprove (dan sukses menjadi backlink).
  4. Anda harus terus-menerus mencari daftar website baru, yang menyediakan kolom komentar, yang reputasi websitenya lumayan bagus, dst.
  5. Anda mengulangi aktifitas ini terus-menerus di banyak website.
  6. Kalau ditotal, kurang lebih sudah ada 50 website yang Anda kirimkan komentar dalam sehari, saking semangatnya Anda.
  7. Ternyata sudah ada 1000 kata yang Anda produksi dari keseluruhan komentar yang Anda buat, wow!

Melelahkan juga ternyata.

Mungkin Anda masih mau menyanggah, “saya melakukan pekerjaan itu menggunakan software kok, ngga repot.”

Sebelum saya bahas lagi, sebaiknya kita perhatikan apa yang sebenarnya akan Anda lakukan menggunakan cara baru:

  1. Mencari website atau blog populer di niche-nya, atau tidak mempunyai niche juga tidak masalah. Standar populernya seperti apa? Lets say yang mempunyai DA (domain authority) di atas 15.
  2. Yang website tersebut menyediakan fasilitas pada publik untuk submit konten di websitenya.
  3. Kalau tidak menyediakan fasilitas itu, Anda bisa kirim email ke pengelola, meminta izin untuk mempublish konten di websitenya, tentunya menyesuaikan tema web atau blog tersebut.
  4. Anda membuat konten minimal 800 kata, berkualitas, enak dibaca, dan menggugah selera.

Melelahkan? Iya, memang.

Tapi, hasil yang didapat jauh lebih signifikan, jauh lebih bagus, jauh lebih aman untuk jangka panjang.

Entah teknologi apa yang digunakan oleh Google sehingga bisa membedakan backlink komentar dengan backlink kontekstual.

Dari pengalaman saya melakukan link building jenis kontekstual ini, saya berani katakan 1 backlink kontekstual setara dengan 200 backlink komentar di website yang sama-sama mempunyai DA 15.

Dalilnya mana? Dalilnya ya pengalaman saya, hehe.

Lebih melelahkan mana? Tentu saja lebih melelahkan backlink komentar. Lalu bagaimana yang pakai software tadi?

Hei, ini beberapa alasan mengapa menggunakan software tidak saya sarankan:

  1. Anda harus beli software lebih dulu, yang terkenal namanya GSA SER, harganya di atas 1 juta.
  2. Untuk membelinya harus menggunakan Paypal atau kartu kredit. Iya kalau Anda sudah punya, kalau belum? Anda harus buat dulu.
  3. Cara kerja alat itu tidak semudah yang Anda bayangkan. Anda masih harus beli third-party (pihak ketiga) seperti proxy, captcha breaker, dan Anda masih harus mempelajari menu dan panel-panel yang sangat banyak.
  4. Anda akan melalui trial-error yang cukup menguras waktu, bisa berbulan-bulan. Belum lagi kalau dampaknya bisa menurunkan reputasi website, kacau lah.
  5. Terlalu deras link building yang Anda lakukan menggunakan software bisa dideteksi sebagai aktifitas spam oleh Google yang berujung pada deindex atau banned website dari search engine. Horor.

Jadi, siapa bilang pakai software itu mudah? Tapi kalau memang mau njajal ya monggo.

Saya tidak anti sama software lho, untuk beberapa case saya meminta bantuan pihak ketiga untuk melakukan link building, tapi dengan tata cara yang tidak ekstrim dan dilakukan oleh orang yang sudah sangat ahli dalam penggunaan software tersebut. Saya menulis pembahasan yang lebih mendalam tentang variasi backlink di materi premium, silahkan login untuk membacanya; Begini Cara Membangun Backlink Super yang Bisa Meranking Keyword Berat.

Link building jenis kontekstual adalah proses yang paling mudah untuk dilakukan di antara metode-metode lain, dan backlink jenis ini (nyaris) tidak mungkin dianggap sebagai spam. Ya iya lah, di mana logikanya dianggap spam?

Tidak masuk akal kalau ditandai sebagai spam oleh Google. Di mana logikanya? Proses pembuatannya tidak bisa langsung banyak sekaligus setiap hari. Bisa buat 5 backlink jenis ini dalam sehari saja sudah super hebat.

Bukti-bukti

Saya dan para santri di Sintesa sudah terbiasa menaklukkan keyword dengan pencarian puluhan ribu per bulan atau pencarian ribuan per hari.

Di sini, mohon maaf, saya tidak bisa membuka keyword-keyword apa saja yang pernah ditaklukkan menggunakan jenis backlink kontekstual.

Kami menaklukkan keyword-keyword besar hanya menggunakan backlink kurang dari 20. Tidak jarang juga kurang dari 10.

Di bagian bukti ini, saya tidak bisa banyak share karena memang tidak etis kalau diumbar-umbar di tempat umum, hehe.

Kesimpulan dan Poin-poin Pokok

Setelah membaca penjelasan di atas, saya harap Anda mulai bisa meyakinkan diri sendiri untuk tidak lagi membuat backlink komentar. Taubat!

Cobalah paksa diri Anda untuk membuat backlink kontekstual di tempat-tempat berkualitas. Caranya bagaimana?

Ya tinggal dicari saja blogger-blogger yang aktif dan sepertinya bersahabat. Lakukan pendekatan personal pada mereka melalui email, diajak diskusi, mereka sangat senang menjalin interaksi dengan sesama blogger atau netizen seperti Anda.

Bisa juga dengan submit artikel Anda ke tempat-tempat seperti LinkedIn, Medium, Kompasiana, dan lain-lain.

Tentang Backlink Komentar

Seperti yang sudah saya tulis di atas, tidak ada yang salah dengan jenis backlink ini. Tetapi di era Google yang sekarang, efeknya sangat kecil atau sedikit.

Betul bahwa sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Ya tapi ketika kompetitor Anda menggunakan cara-cara yang lebih gokil dan kekinian, tentu kerja Anda akan kalah dengan kompetitor.

Saya sendiri tidak sepenuhnya meninggalkan jenis backlink ini kok. Tapi skala prioritasnya jelas. Jenis ini akan saya lakukan ketika kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi. Backlink komentar hanya sebagai penunjang.

Opsi Lain

Nah, di paragraf-paragraf akhir ini saya mau promo bagi yang tertarik (promooooo, ooyyaa).

Di atas kan saya sudah sebut beberapa tempat yang biasa saya dan para murid lain gunakan untuk menanam backlink kontekstual dan berkualitas. Kalau Anda tertarik untuk mendapatkan list backlink berkualitas lainnya, saya sarankan Anda ikut kelas Revorma Premium.

Selain belajar dari 7 MODUL dengan 49 materi pembahasan premium, Anda juga akan dapat hal-hal ini.

  1. 50 tempat berkualitas untuk menanam backlink kontekstual. Keyword dengan level menengah bisa ditaklukkan cukup dengan 50 backlink ini, insya Allah.
  2. 200 lebih blog aktif dari komunitas blogger yang bisa Anda manfaatkan untuk submit konten. Lagi-lagi membangun backlink kontekstual berkualitas. Rata-rata DA di atas 20.
  3. 500 lebih backlink komentar di web berkualitas. Ingat ini jenis backlink penunjang.
  4. Third-party atau pihak ketiga yang biasa saya gunakan (sampai hari ini) dalam mengoptimasi keyword. Pihak ketiga ini tentu saja berbayar. Tapi worth it, puluhan keyword dari berbagai niche sudah di halaman satu menggunakan jasa-jasa ini.

Sekian.

Magang 3 Bulan Untuk Hidup yang Lebih Baik

Insya Allah demikian. Udah kayak kampanye pilpres aja ya, hehe. Monggo yang tertarik bisa langsung baca selengkapnya.

Pelajaran Lainnya
Sebaiknya Hindari Persaingan SEO yang Berdarah-darah
Jangan Anggap Remeh Backlink Untuk Homepage